STORYBOARD
|
No.
|
LATAR/ADEGAN SHOOTING
|
DIALOG
|
TEKNIK KAMERA
|
1.
|
Opening
Di LingkunganSekolah (PagiHari)
Kelas
Jam Istirahat
Sepulang Sekolah
(Di Rumah )
Di Dapur
Sore hari
(Di
rumah Dinda )
Di ruang tamu
Di kamar Dinda
Keesokan harinya
Di lorong kelas
Di kelas
Di lorong
Sore harinya
(Di rumah Dinda )
Di Taman
(Sore hari )
Di Rumah Dinda
Di Taman
Di Rumah Dinda
Di Kamar Dinda
Di Kamar Dinda
|
Vina dan Dina : (Datang danmenyapa Dimas)
Vina : Pagi Dimas
Vina dan Dina : (Memasuki kelas dan
mengganggu Dinda yang sedang menulis)
Fanny : Biasa aja dong !!!
Vina
:
kenapa gak suka !!!
Kok jadi kamu yang repot,
Dina
: MaafinVina ya (sambil mengambil pensil Dinda yang terjatuh)
Vina
: Gak usah di ambil (menarik tangan Dina )
Dinda
: udah-
udah masih pagi juga … (sambil mengambil pensil yang jatuh )
(Belstirahatberbunyi)
KkkkKrrrriiinnnnggggg ………………
(semua murid beranjak menuju kantin untuk istirahat )
Fanny : kekantin yuk (menoleh kearah
belakang)
Bian
: tunggu bentar..
Dinda
: iya, aku tunggu di kantin yaa
Vina
: (Memakai Cat Kuku )
Bian
: (Tak sengaja menyenggol Vina )
Vina
: BBBIIIIAAAANNNNN (teriak sambil melihat kukunya yang
rusak )
Dina
: tuhkan vinanya marah . Kamu sih ??? sini-sini Vin aku benerin. (sambil membersihkan kuku Vina)
Dinda : (Duduk santai sambil
membaca buku)
Dinda : Duh laper ni . Kak
adit pasti gak buat makanan.
Buat mie aja deh ???
Dinda : (Sedang membuat mie)
(Tiba –
Tiba Kak Adit datang )
Kak Adit : Enak nihh, (Sambil
mengambil mie yang dibuat Dinda)
Dinda : Kak Adit (berlari
mengejar Kak Adit)
Dinda : (saat mengejar Kak
Adit tiba – tiba kaki Dinda lemas dan Dinda hampir terjatuh)
(Fanny
berkunjung ke rumah Dinda )
Fanny : (mengetuk pintu rumah
)
Fanny : Assalammualikum ....
Dinda : Waalaikumsalam... Iya
sebentar (Dinda berjalan untuk membuka pintu, namun kaki Dinda terasa lemas
dan akhirnya dia terjatuh, tetapi Dinda tidak menghiraukannya )
Dinda : (Membuka pintu)
Fanny : Tumben Din lama buka
pintunya ?
Dinda : ehm, gpp
Masuk fan
Dinda : ayo duduk fan
Fanny : iya din..
Oh iya, buku aku kamu bawa ya?
Dinda : oh iya, tadi
ketinggalan
Fanny : yaudah, kita sekalian kerja kelompok aja
Dinda : yaudah, aku ambil buku
dulu ya (beranjak dari kursi dan masuk ke dalam)
Dinda : (munculdari balik
kelambu)
Dinda : masuk kamarku aja fan,
ayo..
Kak Adit : (keluar dari kamarnya)
Kak Adit : charger kakak mana
din? kakak mau keluar nih. kok di kamar kakak gak ada?
Dinda : aduh kak, gak tahu..
Aku lagi balajar nih
Kak Adit : (muncul dari balik
kelambu kamar Dinda)
Kak Adit : loh ada Fanny
Din, charger kakak mana?
Dinda : aduh kak, cari aja
sendiri.
Aku lagi ngerjain tugas nih
Dinda dan Fanny : (jalan di lorong
menuju kElas)
Vina dan Dina : (jalan di lorong tepat
di belakang Dinda dan Fanny)
Dinda : (tiba-tiba kaki Dinda
terasa lemas dan hampir terjatuh, tanpa sengaja Vina menabrak Dinda hingga
Dinda terjatuh)
Fanny : kamu kenapa?
Dinda : gak tau
Vina : haduh, jangan berhentiditengah
jalan dong
Fanny : kamu itu jalan gak pake
mata
Dina : sini aku bantuin
Vina : iihhhhh... (jengkel kepada
Dina dan masukke kelas)
Dinda, Fanny dan Dina: (masuk kekelas)
Bel
pulang sekolah berbunyi..
Semua
murid-murid berkemas-kemas untuk pulang sekolah
Dinda : (jalan menuju keluar
kelas)
Diemas : (menghampiri Dinda)
Din, pulang sama aku yuk,
rumah kita kan searah?
Dinda : gak usah, akupulang
sama Fanny aja
Vina : udah Diem, anterin aku aja.
rumah kita kan juga searah (sambil memegang tangan Diemas)
Fanny : pede banget sih
Diemas : (melepaskan tangan
Vina dan pergi meninggalkan Vina)
Dina : terus kita pulang sama siapa?
Vina : tahu lah...
Dinda dan Fanny : (berjalan di lorong)
Diemas : (berjalan di belakang
Dinda dan Fanny, dan memegang tangan
Dinda)
Diemas : ntar sore ada acra gak
???
Dinda : Enggak emangnya kenapa
...?
Diemas : gimana kalau kita
pergi ketaman ..?
Fanny : Udah din mau aja .
Dinda : Eeeemm, iya deh ..
Diemas : yeess, yaudah entar
sore ya
Dinda :
ntar sorekan yaudah ... sampai entar sore yaa
(Dinda
dan Fanny pergi meninggalkan Diemas )
(Tiduran
sambil memikirkan baju apa yang dia pakai untuk ke taman )
Dinda : Nanti keluar sama
diemas pakei baju apa yaa ???
(Dinda
mulai mencoba baju yang cocok dan meminta pendapat dari kakaknya )
Dinda : (mencoba baju
pertamanya )
“Kak gimana cocok gak ???
Kak Adit : (Sedang membaca koran
dan melihat Dinda sambil menggelengkan kepalanya)
Dinda : (Mencoba baju ke
duanya )
“Kalau ini gimana kak ???
Kak Adit : (Masih menggelengkan
kepalanya)
Dinda : (Mencoba bajunya yang
ke 3)
“ini gimana kak ???
Kak Adit : (Melihat Dinda dengan
muka kagum )
“ sssiiippp daaahhh
Diemas : (datang menunggu Dinda
sambil membawa setangkai bunga )
(Dinda
masuk ke kamar dan mulai mempersiapkan diri tapi tiba – tiba Dinda terjatuh
karnah kakinya yang samnga lemas dan sakit )
Dinda : (Menangis kesakitan )
“aaddduuhh aaadduuhhh .....
Kak Adit : Kamu kenapa Din ??
Dinda : aauuu ....
Kak Adit : ayow sini kak bantu
(sambil membopong Dinda ke kasur )
“bingung dan mulai menelfon Dokter
Diemas : (Masih menunggu Dinda
dengan wajah yang gembira )
Setelah
beberapa jam kemudian
Diemas :
(Mulai gelisa menunggu Dinda )
Diemas :
(Mondar - Mandir sambil menelfon Dinda
)
(Ponsel
Dinda terus berbunyi )
(tak lama
kemudian Dokter pribadi Dinda datang )
Dokter : (membunyikan bel rumah
)
Kak Adit : Mari dok masuk
Kak Adit : Sini dok saya antar
...
Dokter : (selesai memeriksa
Dinda)
Kak Adit : Gimana Dok keadaan
adek saya ???
Dokter : Menurut analisa saya
adek ada terkena penyakit DISTROFI
Kak Adit : Penyakit apa itu Dok
???
Dokter : Sejenis penyakit yang
menyerang sitem saraf otot dan dapat mengakibatkan kelumpuhan ..
Kak Adit
: apa penyakit ini tidak dapat di sembuhkan Dok
Dokter :
Penyakit ini tidak dapat disembuhkan . hanya dapat di hambat dengan terapi
Kak Adit
: Ya sudah Dok kalau gitu. Terima kasih
Mari saya antarkan ...
Beberapa
Minggu kemudian
(Setelah
kejadian itu Dinda tak mau lagi keluar kamar ataupun bersekolah. Dia selalu
mengurung dirinya. Kehidupan Dinda seakan hancur tanpa semangat atau ceria
seperti dulu )
Kak Adit
: (Membawakan makanan dan mencoba merayu
Dinda agar mau makan )
Din makan dulu yuk. kakak
suapin yaa ...?
Dinda :
udalah kak Dinda gak laper. mending kakak pergi aja ??
Kak Adit
: Tapi .....
(Kak Adit
mulai bingung. dia gak mau melihat adeknya terus – terusan begini akhirnya
kak adit menghungi sahabat Dinda )
Fanny :
(Terkejut melihat kondisi Dinda)
“DINDA”
Dinda : (Terkejut mendengar suara Fanny )
“Ngapain kamu kesini ???
Fanny :
Sampai kapan kamu seperti ini. Kamu masih punya dunia yang harus kamu lewati.
Kita semua sayang sama kamu. mana Dinda yang dulu ???
Dinda :
Dinda yang dulu hilang ...
Fanny :
Dinda yang dulu gak hilang. Dinda yang dulu sekarang ada di hadapan.ku
Dinda :
Terus aku harus bagaimana ??
Fanny : Novel
kamu ingin merilis novelkan. Wujudkan itu semua
Kelumpuhan takkan menghambat
Kehidupanmu
Dinda : (Tersadar
bawah apa yang selama ini dia lakukan itu salah )
Dinda dan
Fanny : saling memeluk dan meminta maaf ..
Beberapa bulan kemudian kehidupan
Dinda kemblai seperti semula. Dinda yang Ceria. Dinda yang penuh kegembiraan.
Sampai seketika Dinda menulis sebuah Novel yang menceritakan tenta
Kehidupannya ....
SELESAI
|
long shoot
medium shoot
medium close up
medium closeup
medium close up
2 shoot
Ø medium shoot
Ø long shoot
medium close up
2 shoot
medium close up
medium shoot
group shoot
3 shoot
Ø high shoot
Ø close up
medium shoot
long shoot
close up
medium shoot
medium long shoot
2 shoot
2 shoot
|
3 komentar:
sipp2...... (y)
di tunggu storyboard nya yg lain,, hehe
Makasi ya. Bisa jadi referensi untuk tugas kuliah saya nih :)
Makasi ya. Bisa jadi referensi untuk tugas kuliah saya nih :)
Posting Komentar